Pemakaian Deodoran dan Antiperspirant Tingkatkan Ragam Bakteri di Ketiak
Pemakaian
Deodoran dan Antiperspirant Tingkatkan Ragam Bakteri di Ketiak
Masalah bau badan datang ketika
keringat berlebih di ketiak jadi makanan bakteri yang ada dan sisa-sisa
pencernaannya itu kemudian menjadi sumber bau. Oleh karena itu produk deodoran
dan antiperspirant umum digunakan untuk mencegahnya dengan cara membunuh bakteri
atau menghambat produksi keringat.
Deodoran dan antiperspirant sebenarnya relatif aman digunakan sehari-hari, namun demikian menurut studi ada dampak terutama terhadap keragaman bakteri yang ada di ketiak. Menurut peneliti biologi mikro Julie Horvath dari North Carolina University ketika dilihat dari ragam yang tertinggal maka jumlah bakteri yang ada malah makin banyak jenisnya.
Dalam studi yang dilaporkan dalam jurnal PeerJ, peneliti mengambil sampel ketiak 17 orang partisipan dalam 8 hari berturut-turut. Dari situ bisa terlihat bagaimana keragaman hayati terpengaruh oleh penggunaan deodoran dan antiperspirant.
Deodoran dan antiperspirant sebenarnya relatif aman digunakan sehari-hari, namun demikian menurut studi ada dampak terutama terhadap keragaman bakteri yang ada di ketiak. Menurut peneliti biologi mikro Julie Horvath dari North Carolina University ketika dilihat dari ragam yang tertinggal maka jumlah bakteri yang ada malah makin banyak jenisnya.
Dalam studi yang dilaporkan dalam jurnal PeerJ, peneliti mengambil sampel ketiak 17 orang partisipan dalam 8 hari berturut-turut. Dari situ bisa terlihat bagaimana keragaman hayati terpengaruh oleh penggunaan deodoran dan antiperspirant.
Rata-rata sebelum memakai produk,
partisipan memiliki 750 koloni bakteri di ketiaknya. Jumlah tersebut menurun
drastis menjadi rata-rata 73 pada hari pertama pemakaian dan kemudian turun
lagi jadi 25 koloni pada hari kedua.
Menariknya partisipan rata-rata memiliki 22 jenis bakteri di bawah ketiaknya sebelum mereka memakai produk. Jumlah tersebut lalu melonjak menjadi 106 setelah partisipan diminta untuk berhenti memakai produk.
"Ujungnya kami ingin tahu apakah perubahan pada ekosistem mikroba ini adalah sesuatu yang baik atau buruk. Tapi pertama kita harus tahu dulu bagaimana keadaan lingkungannya dan bagaimana kebiasaan kita bisa memengaruhi hal itu," kata Horvath seperti dikutip dari LiveScience pada Selasa (8/3/2016).
Bakteri yang tersisa di ketiak setelah pemakaian deodoran dan antiperspirant sebagian besar dikatakan peneliti adalah bakteri asing di ketiak.
Menariknya partisipan rata-rata memiliki 22 jenis bakteri di bawah ketiaknya sebelum mereka memakai produk. Jumlah tersebut lalu melonjak menjadi 106 setelah partisipan diminta untuk berhenti memakai produk.
"Ujungnya kami ingin tahu apakah perubahan pada ekosistem mikroba ini adalah sesuatu yang baik atau buruk. Tapi pertama kita harus tahu dulu bagaimana keadaan lingkungannya dan bagaimana kebiasaan kita bisa memengaruhi hal itu," kata Horvath seperti dikutip dari LiveScience pada Selasa (8/3/2016).
Bakteri yang tersisa di ketiak setelah pemakaian deodoran dan antiperspirant sebagian besar dikatakan peneliti adalah bakteri asing di ketiak.
Demikian Semoga Bermanfaat Bagi yang membacanya.
Sumber Gambar google.com - artikel health.detik.com

0 komentar:
Post a Comment